Jumat, 24 Agustus 2018

Pamit Pulang Ke Spanyol, Pelatih U-23 Luis Milla: Terima Kasih, Saya Tak Bisa Berkata-kata

Pamit Pulang Ke Spanyol, Pelatih U-23 Luis Milla: Terima Kasih, Saya Tak Bisa Berkata-kata


Sibray - Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Luis Milla, mengucapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang telah didapatnya selama menjabat sebagai juru taktik skuat Garuda Muda.

Juru taktik berusia 51 tahun itu juga pamit untuk kembali ke negaranya, Spanyol.

Milla memilih pulang ke Spanyol dikarenakan masih sakit hati dengan hasil kekalahan dari Timnas U-23 Uni Emirate Arab (UEA) pada babak 16 besar cabang sepak bola Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Jumat (24/8/2018).

Pelatih yang sempat bermain di Real Madrid itu sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit asal Australia, Shaun Evans.

“Saya mau kembali ke Spanyol karena masih marah pada laga hari ini. Sebab anak-anak sudah bermain dengan baik tetapi wasit malam ini tidak kompeten,” kata Milla.

Mantan pemain Barcelona itu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua masyarakat Indonesia dan juga awak media yang selalu mengikuti perkembangan tim Merah Putih.

Menurutnya, kritikan dan saran dari wartawan di Indonesia sangat membantunya mengarsiteki Timnas U-23 Indonesia.

“Terima kasih. Saya tidak bisa ucapkan kata-kata. Terima kasih juga atas masukan dan kritikan kepada saya dari teman-teman media,” kata Milla.

“Teman-teman media di sini sudah sangat baik kepada saya. Sekali lagi terima kasih atas respeknya,” ucap Milla menambahkan.

Perlu diketahui, kontrak Milla bersama Timnas U-23 Indonesia memang belum jelas.

Sebab, sejauh ini PSSI masih belum memikirkan untuk memperpanjang kontrak dari Milla.

Banyak masyarakat Indonesia yang meminta PSSI mempertahankan Milla.

Hal itu dikarenakan Timnas U-23 Indonesia akan berlaga di Piala AFF 2018 yang berlangsung mulai November sampai Desember mendatang.

Sejauh ini PSSI juga sempat menyebutkan beberapa kriteria calon pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018.

Salah satunya itu pelatih lokal yang akan menjadi arsitek tim Garuda di ajang terbesar se Asia Tenggara.