Minggu, 26 Agustus 2018

Tenis Indonesia Akhiri Dahaga Emas 16 Tahun di Asian Games

Tenis Indonesia Akhiri Dahaga Emas 16 Tahun di Asian Games


Sibray - Pasangan ganda campuran Aldila Sutjiadi/Christopher Rungkat berhasil mengakhiri puasa medali emas cabang olahraga tenis di Asian Games yang kali terakhir diraih pada 16 tahun silam.

Aldila/Christopher sukses mendulang emas usai menundukkan wakil Thailand, Luksika Kumkhum/Sonchat Ratiwatana. Pasangan Indonesia unggul dengan skor 6-5, 5-7, 10-7 pada laga final Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City, Palembang, Sabtu (25/8).

Kali terakhir tenis berhasil menyumbangkan untuk Indonesia di Asian Games pada edisi 2002 saat digelar Busan, Korea Selatan.

Pada Asian Games ke-14 itu, tenis meraih emas dari nomor beregu putri. Ketika itu, tim beregu putri dihuni Liza Andriyani, Wynne Prakusya, Wukirasih Sawondari, dan Angelique Widjaja menang 2-1 atas Jepang.

Tenis Indonesia Akhiri Dahaga Emas 16 Tahun di Asian GamesAldila/Christopher menyumbang emas ke-10 untuk Indonesia di Asian Games 2018. (REUTERS/Edgar Su)

Sementara di nomor ganda campuran, Indonesia kali terakhir berhasil meraih emas pada edisi Asian Games 1990 melalui pasangan Yayuk Basuki dan Hary Suharyadi. Keduanya sukses menumbangkan ganda campuran Korea Selatan, Yoo Jin-sun/Kim Il-soon.

Aldila/Christopher berhasil menjadi penghapus dahaga medali emas bagi tenis Indonesia di ajang multievent empat tahunan di Asia tersebut. Hasil positif ini diharapkan jadi pemantik prestasi cabor tenis yang kali terakhir meraih emas pada 16 tahun silam.

Busan 2002 menjadi Asian Games terakhir di mana tenis Indonesia bisa menyumbangkan medali emas. Di Doha 2006, Guangzhou 2010, dan Incheon 2014 Indonesia bahkan gagal merebut satu medali dari tenis.

Hasil ini melebihi target yang dibebankan pemerintah melalui Kemenpora kepada cabor tenis. Pasalnya, Kemenpora tidak meminta medali emas dari cabor tenis di Asian Games 2018